Deputi Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Yusnang mengatakan penyaluran kredit konstruksi perbankan di daerah tersebut meningkat sebesar 11,88 persen pada Mei 2015.
"Realisasi kredit konstruksi perbankan Sulut pada Mei 2014 sebesar Rp745,77 miliar atau naik sebesar 11,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp666,60 miliar," kata Yusnang di Manado, Rabu (16/7).
Yusnang mengatakan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga mengalami peningkatan sebesar 0,24 persen dari Rp743,96 miliar pada April 2015 menjadi Rp745,77 miliar pada Mei 2015.
Meski tumbuh cukup tinggi dibandingkan penyaluran kredit ke sektor lainnya pada triwulan pertama tahun 2014, namun karena nilainya kecil, maka share-nya terhadap total kredit yang disalurkan di Sulut masih kecil.
"Sektor ini hanya berkontribusi sebesar 2,71 persen terhadap total kredit perbankan Sulut yang mencapai Rp27,48 triliun. Namun karena peminatnya cukup banyak, terjadi pertumbuhan secara signifikan setiap tahun," katanya.
Dia mengatakan, peningkatan ini karena sejumlah proyek di Sulut sudah mulai berjalan. Karena itu, pengusaha sudah mulai mencairkan dananya.
Katanya, sektor ini masih berpotensi tumbuh lebih tinggi mengingat saat ini banyak proyek di Sulut yang sedang
dijalankan. Selain itu, pengusaha Sulut juga tertarik ke sektor ini karena potensinya masih cukup besar.
Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada sektor konstruksi memang mengalami peningkatan sebesar 4,53 persen jika dibandingkan dari bulan yang sama tahun lalu yakni pada Mei 2014 sebesar Rp68,55 miliar menjadi Rp71,65 miliar pada Mei 2015.
Dan, katanya, secara rasio NPL sektor konstruksi perbankan sulut mencapai 9,61 persen atau turun jika dibandingkan tahun lalu sebesar 10,28 persen